Sembilan Belas Abad Kemudian
Raja, Raja penyair,
Raja kata yang tak terucapkan,
Tujuh kali aku lahir dan tujuh kali aku mati
Semenjak kunjungan-Mu sejenak, penerimaan kami teramat singkat.
Lihatlah, kini aku hidup kembali,
Mengenagkan suatu hari dan malam.
Di antara pegunungan,
Ketika arus-Mu menghayutkan kami.
Sejak itu banyak negeri dan lautan jelajahi,
Dan kemanapun pelana atau layar membawa aku nama-Mu Jdi Doa dan perbantahan.
Orang memberkati atau mengutuk Engkau.
Kutuk suatu protes atas kegagalan,
Berkat, nyanyi pemburu,
Turun gunung membawa hasil untuk kekasihnya.
Sahabat-sahabat-Mu masih tinggal di tengah kami mencari pertolongan dan hiburan
Sedang Musuh-Mu, menyusun kekuatan.
Dan ibu-Mu bersama kami;
Telah kulihat paras mukanya dalam wajah sekalian bunda
Tangan-tangan lembut yang membuai dan halus memegang tali ayunan itu.
Maria Magdalena pun masih ada di tengah kami, yang mereguk racun kehidupan sebelum menghirup anggurnya.
Dan Yudas, anak kemalangan dengan amisi yang rendah,
Menjelajahi bumi ini;
Malahan kini ia merabik makan dagingnya ila lapar tak tertahan,
Ia mencari kebesaran pribadi dalam kebinasaan sendiri.
Khalil Gibran
( Jesus The Son of Man )






0 komentar:
Posting Komentar