Rabu, 15 April 2009

Keinginan Menjatuhkan Jiwa yang Tertidur

Rabu, 15 April 2009
Sayu senyap nada hembusan angin malam
Nyayian kerinduan dari binatang malam
dengan tarian ranting pohon malam
mengikuti cahaya sinar rembulan malam
dan gemericik air sungai yang dingin
semua, hanyalah menuruti kehendak alam

Kepada jiwamu, kutitipkan namaku
dari hidup yang tak berirama lagi
seolah berjalan hanya dari mimpi
menghantui perasaan yang jatuh terluka
dari tantangan mengejar keinginan
bukan, emosi dari jiwa-jiwa serakah

Percaya dari apa yang tidak diinginkan
menghargai cita dari yang di ciptakan
menjalani kehidupan dalam keragaman
antara ketakutan dari jiwa-jiwa egois
terbukalah, mata untuk keinginan hidup yang mati

Sesuatu yang belum pernah terbayangkan
dan terwujud seperti dalam mimpi
menanti, menanti kebohongan diri sendiri
entah makan atau tidak mengerti
hanya kekecewaanlah yang menuruti ajal
bukanlah, impian cinta dan kasih dalam kedamaian

Peluklah aku atas nama jiwamu
yang takdir untuk memgukir alam ini
dari tangan-tangan kotor asap dapur
dan kebencian yang menuruti nafsunya
tanggalkan semua yang menghancurkan kehidupan
turutilah kata hati, karena jiwa tak akan tertidur lagi


Puisi ini yang tak saya mengerti apa arti dan makna puisi ini, hanya satu yang dapat saya pahami adalah, tak ada yang dapat saya lakukan dalam mimpi


Jakarta Mei 2004

0 komentar:

Posting Komentar

 
Syair-Ezra © 2008. Design by Pocket