Jumat, 22 Mei 2009

Seorang Dari Libanon

Jumat, 22 Mei 2009
Sembilan Belas Abad Kemudian

Raja, Raja penyair,
Raja kata yang tak terucapkan,
Tujuh kali aku lahir dan tujuh kali aku mati
Semenjak kunjungan-Mu sejenak, penerimaan kami teramat singkat.
Lihatlah, kini aku hidup kembali,
Mengenagkan suatu hari dan malam.
Di antara pegunungan,
Ketika arus-Mu menghayutkan kami.
Sejak itu banyak negeri dan lautan jelajahi,
Dan kemanapun pelana atau layar membawa aku nama-Mu Jdi Doa dan perbantahan.
Orang memberkati atau mengutuk Engkau.
Kutuk suatu protes atas kegagalan,
Berkat, nyanyi pemburu,
Turun gunung membawa hasil untuk kekasihnya.
Sahabat-sahabat-Mu masih tinggal di tengah kami mencari pertolongan dan hiburan
Sedang Musuh-Mu, menyusun kekuatan.

Dan ibu-Mu bersama kami;
Telah kulihat paras mukanya dalam wajah sekalian bunda
Tangan-tangan lembut yang membuai dan halus memegang tali ayunan itu.
Maria Magdalena pun masih ada di tengah kami, yang mereguk racun kehidupan sebelum menghirup anggurnya.
Dan Yudas, anak kemalangan dengan amisi yang rendah,
Menjelajahi bumi ini;
Malahan kini ia merabik makan dagingnya ila lapar tak tertahan,
Ia mencari kebesaran pribadi dalam kebinasaan sendiri.

Khalil Gibran
( Jesus The Son of Man )
Seorang Dari Libanon

Rabu, 15 April 2009

Keinginan Menjatuhkan Jiwa yang Tertidur

Rabu, 15 April 2009
Sayu senyap nada hembusan angin malam
Nyayian kerinduan dari binatang malam
dengan tarian ranting pohon malam
mengikuti cahaya sinar rembulan malam
dan gemericik air sungai yang dingin
semua, hanyalah menuruti kehendak alam

Kepada jiwamu, kutitipkan namaku
dari hidup yang tak berirama lagi
seolah berjalan hanya dari mimpi
menghantui perasaan yang jatuh terluka
dari tantangan mengejar keinginan
bukan, emosi dari jiwa-jiwa serakah

Percaya dari apa yang tidak diinginkan
menghargai cita dari yang di ciptakan
menjalani kehidupan dalam keragaman
antara ketakutan dari jiwa-jiwa egois
terbukalah, mata untuk keinginan hidup yang mati

Sesuatu yang belum pernah terbayangkan
dan terwujud seperti dalam mimpi
menanti, menanti kebohongan diri sendiri
entah makan atau tidak mengerti
hanya kekecewaanlah yang menuruti ajal
bukanlah, impian cinta dan kasih dalam kedamaian

Peluklah aku atas nama jiwamu
yang takdir untuk memgukir alam ini
dari tangan-tangan kotor asap dapur
dan kebencian yang menuruti nafsunya
tanggalkan semua yang menghancurkan kehidupan
turutilah kata hati, karena jiwa tak akan tertidur lagi


Puisi ini yang tak saya mengerti apa arti dan makna puisi ini, hanya satu yang dapat saya pahami adalah, tak ada yang dapat saya lakukan dalam mimpi


Jakarta Mei 2004
Keinginan Menjatuhkan Jiwa yang Tertidur

Selasa, 14 April 2009

Cinta Dalam Mimpi

Selasa, 14 April 2009
Dalam tertidur harapan aku terpuruk
Patah cinta diantara kesunyian malam
tak ada ilalang yang dapat kumiliki
rasakan salah dari keinginan memiliki
hanya waktu membawa nafas mimpi

Melalui sisa puing-puing dusta
dan kedukaan alam terputus cinta
terlukiskan penantian air mata duka
tak bisa dikorbankan dengan darah
perasaan hati terdalam diselimuti kabut

Sejatinya cinta itu indah seperti lukisan
diantara dewi-dewi pemuja cinta
lembah bukit di danau kintamani
tertanam mawar putih sehalus sutra
seirama desiran hati dalam suka

Cinta Dalam Mimpi
 
Syair-Ezra © 2008. Design by Pocket